Rabu, 14 Desember 2011

KECELAKAAN DI MARGONDA DEPOK... LAGI!!!

Hari ini, hari terakhir ujian untuk peserta BIPA LBI FIB UI. Rasa senang biasanya muncul di akhir ujian. Mungkin karena hari ini hari terakhir, mereka merasa bebas dan bahagia karena bisa bernapas dengan lega. Namun, apa yang terjadi saat ujian akhir sungguh membuat saya sedih. Mengapa? karena siswa saya banyak yang mengalami KECELAKAAN saat atau menjelang ujian. Kecelakaan ini terjadi di jalan raya. Entah karena si penyeberang yang lalai atau karena si pengendara yang lalai. Semoga ini bukan menjadi kejadian rutin. Tolong baca cerita di bawah ini.

TER(DI)TABRAK
1. tiga minggu yang lalu, seorang ibu mengalami kecelakaan. Ibu yang mengalami kecelakaan ini berasal dari Korea Selatan. Dia ditabrak motor ketika sedang menyeberang di DEPAN APARTEMEN MARGONDA RESIDENCE. Dia ditabrak oleh seorang tukang ojek. Kecelakaan itu terjadi tepat di depan mata seorang polisi, tetapi si polisi membebaskan si penabrak dengan alasan si penabrak orang miskin. Maaf, bukan maksud tidak membela orang miskin, tetapi keadilan tetap harus ditegakkan. Akhirnya si Ibu pulang ke negaranya dengan retak di tulang kaki sebanyak 4 retakan.
2.  Ibu kedua yang mengalami kecelakaan juga berasal dari Korea Selatan. Pagi ini, dia ditabrak oleh pengendara motor di DEPAN APARTEMEN MARGONDA RESIDENCE. Seperti kejadian di atas, polisi melihat kejadian itu sendiri. Namun, kali ini polisi bersikap lain karena dia menahan si pengendara motor. Si pengendara motor merupakan seorang buruh. Kasus ini diselesaikan melalui pengacara. Akhirnya, ibu Henny pulang ke Korea dengan oleh2 kaki kanan dan kaki kiri patah sehingga dia harus menjalani operasi dan pemulihan di sana.
3. 4 atau 5 tahun lalu, hari terakhir untuk ujian akhir, seorang perempuan berasal dari Korea Selatan, umurnya sekitar 19 tahun, sedang menyeberang menuju kampus UI. Dia menyeberang tepat di depan  UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK. Tiba2 dia ditabrak dengan cepat oleh seorang pengendara motor yang ternyata adalah pegawai bengkel yang sedang melakukan uji coba motor. Anak ini dibawa ke rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia. si pengendara motor dipenjara. Anak itu dikremasi di Cilincing dan abunya dibawa pulang ke Korea. kami sebagai pihak yang terlibat, turut berduka cita sedalam-dalamnya.

JATUH
Selain kasus siswa DI(TER)TABRAK, ada pula kasus siswa jatuh dari motor. Siswa kami biasanya jarang yang mengendarai motor ke kampus. Namun, kebanyakan siswa laki2 yang berasal dari Turki lebih memilih mengendarai motor daripada mobil atau memakai kendaraan umum. Kali ini kasus berbeda, kejadian ini menimpa seorang siswa laki2. Ia jatuh dari motor dan meninggal dunia. Berita ini tertutup untuk pihak BIPA. Kasus ini terjadi ketika ujian tengah semester.

Dari kasus TER(DI)TABRAK di atas, kami sebagai pihak BIPA merasa bingung. Sebelumnya, kami sudah memperingatkan siswa agar selalu berhati-hati khususnya menyeberang DI JALAN MARGODA. Sebab, yang kami tahu PENGENDARA di JALAN MARGONDA selalu mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Saya tidak tahu mengapa. Saya berpikir bukan hanya SAYA, KAMI, atau KITA yang harus berhati-hati ketika menyeberang. Seharusnya ada pihak MEREKA yang membantu fasilitas pejalan kaki di MARGONDA agar pejalan kaki lebih aman. Apa yang diinginkan di SEPANJANG JALAN MARGONGA, yaitu sesuatu yang bermanfaat untuk semua orang, seperti membangun jembatan penyeberangan atau Zebra Cross, khususnya di titik-titik yang banyak penyeberangnya, seperti di depan JALAN KOBER, DEPAN MARGONDA RESIDENCE, DEPAN PONDOK CINA. SEMOGA INI BUKAN KEJADIAN RUTIN dan TIDAK MENIMPA LAGI KE KAMI (KITA).

Saya berharap melalui surat ini  WALIKOTA DEPOK atau PIHAK TERKAIT jangan hanya memajang foto di sepanjang jalan MARGONDA, kami lebih membutuhkan jembatan penyeberangan atau zebra cross daripada foto bapak-bapak. Nanti kalau jembatan itu sudah ada/ jadi, bapak-bapak bebas memajang foto di sepanjang jembatan penyeberangan . Sekian terima kasih.
-Cynthia-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar